Jumat, 05 Juni 2015

Ikuti 5 Trik Pakai Uang Ini Agar Bisa Cepat Kaya

Pembahasan soal uang seakan tiada akhir dan dapat menjadi topik obrolan anak kecil hingga orangtua. Tetap saja, untuk menjadi kaya raya dan dapat mengumpulkan banyak harta, Anda dituntut untuk dapat menggunakan uang dengan bijak.
Mengutip laman The Richest, Selasa (7/10/2014), bahkan ada juga beberapa miliarder yang jatuh bangkrut karena menggunakan uang seenaknya. Sikap boros dan keinginan menghamburkan uang untuk apapun yang diinginkan tampak menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.
Kendati sudah menghasilkan uang sendiri, baiknya Anda lebih bijak dan tidak mengjhabiskannya untuk keinginan semata. Pikirkan bagaimana caranya agar Anda bisa menghabiskan masa tua tanpa kekurangan uang.
Berikut lima rahasia kecil menggunakan uang agar bisa cepat jadi orang kaya:
1. Jangan tergesa membeli barang mewah
Setelah memiliki pekerjaan dan gaji bulanan, berbagai keinginan mulai bermunculan termasuk membeli sejumlah berang mewah. Ingat, jangan membeli barang mewah apalagi secara berlebihan jika Anda tidak memiliki uang yang cukup.
Apalagi jika Anda ingin membeli mobil yang tentu saja membutuhkan perawatan dengan biaya yang tak sedikit. Hati-hati jangan terburu-buru membeli barang mewah tanpa memikirkan akibatnya.
2. Jangan seenaknya ambil uang di ATM
Memegang kartu debit atau kartu ATM membuat Anda dengan mudah mengambil uang dimanapun dan kapanpun. Kebiasaan ini dapat menyebabkan Anda mengambil uang lebih dari yang dibutuhkan.
Jika itu terjadi, bukan kekayaan tapi justru utang yang bertumpuk. Ambillah uang dengan jumlah seperlunya agar Anda bisa berhemat dan cepat memiliki kekayaan berlimpah.
 3. Jangan boros saat pakai uang
Jiwa muda seringkali membuat Anda tak bsia mengendalikan diri. Setiap kali memegang uang, Anda tak tahan ingin berbelanja. Fokuslah pada apa yang Anda butuhkan bukan pada apa yang diinginkan.
Dengan begitu, tabungan akan lebih cepat bertambah dan membuat Anda cepat kaya.
4. Ingat, kaya bukan hal instan
Banyak orang yang hanya ingin kaya tanpa berjuang terlebih dulu. Padahal mengumpulkan harta banyak tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Meski begitu, Anda bisa menjadi kaya raya dalam waktu instan jika terlahir dari keluarga miliarder. Jika tak begitu, maka kerja keras menjadi satu-satunya cara untuk menjadi kaya.
5. Belajar membuat prioritas pengeluaran
Uang yang harus dikeluarkan untuk memenuhi biaya hidup tampak tak pernah ada habisnya. Hingga koneksi internet pun harus menggunakan uang untuk membuatnya tetap berfungsi.
Artinya, untuk menjadi kaya, Anda harus belajar membuat prioritas pengeluaran dan tidak seenaknya mengeluarkan uang.mana yang harus didahulukan untuk dilunasi saat punya uang nanti. 

Ingin Cepat Kaya Raya? Coba 3 Cara Ini

Bagi sebagian orang, mencetak pundi-pundi harta bukan persoalan yang rumit. Tetapi memang, bagi beberapa orang lainnya, mengumpulkan uang sehingga bisa membuat hidupnya bergelimang harta memerlukan usaha uang cukup keras. 

Financial Planning Association mengungkapkan, sebenarnya untuk menghasilkan banyak uang bukan persoalan yang sulit. Seseorang hanya perlu mengikuti tiga aturan sederhana untuk menjadi kaya.
Salah satu anggota Financial Planning Association, Rienzie menjelaskan, meskipun mudah, tak banyak orang yang mampu bertahan untuk bisa menjalankan tiga aturan itu dan akhirnya menyerah sebelum menjadi kaya. 

Nah, apa saja tiga aturan tersebut, berikut tiga aturan sederhana yang bisa membuat Anda cepat kaya seperti dikutip dari laman Rappler.com, Selasa (21/10/2014):

1. Menabung
Ini merupakan hambatan banyak orang dalam menghasilkan uang. Memang benar, banyak orang memiliki gaji, komisi dan tunjangan, tapi tak semuanya mampu menabung.

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengelola keuangan. Tapi orang-orang yang mampu menabung dapat menghasilkan uang lebih banyak.

Ingat, hemat pengeluaran Anda dan berhenti menghabiskan uang untuk memenuhi berbagai keinginan pribadi. Gunakan uang hanya untuk membeli hal-hal yang dibutuhkan dan tabung sisanya.

2. Berinvestasi
Daripada sekadar menyimpan uang lebih baik Anda membuatnya berputar dan menghasilkan harta yang lebih besar. Menginvestasikan uang Anda merupakan cara yang lebih tepat.

Pastikan Anda telah mempelajari berbagai strategi berinvestasi agar tidak kehilangan modal yang tengah dibenamkan. Alihkan dana Anda dari investasi agresif ke bidang yang lebih konservatif guna menghasilkan uang lebih banyak.

Anda juga dapat berinvestasi dalam bentuk tabungan jangka panjang. Bunga dari deposito tersebut dapat kembali Anda tabung.

3. Menghasilkan uang lebih banyak
Saat menabung dan berinvestasi tak cukup banyak menghasilkan uang, ini waktunya Anda untuk lebih kreatif mencari sumber pendapatan lain. Caranya bisa melalui hobi atau kemampuan pribadi lain.

Pekerjaan sampingan tak hanya mengasah kemampaun berbisnis Anda tapi juga memunculkan potensi bisnis lainnya. Siapa tahu, bisnis tersebut dapat menjadi sumber pencaharian utama Anda. 

Ingin Cepat Kaya? Jauhi 4 Kesalahan Ini

Menjadi kaya tampak sebagai salah satu tujuan hidup yang paling sulit dicapai. Berbagai hambatan datang melanda dan membuat Anda semakin kesulitan mengumpulkan banyak uang.
Alasan mengapa seseorang sulit menjadi kaya sangat beragam dan berbeda antara yang satu dengan lainnya. Hati-hati, bisa jadi Anda sendiri yang sering melakukan kesalahan finansial yang membuat Anda sulit menjadi kaya raya.
Beberapa orang bahkan tidak menyadari dirinya telah melakukan kesalahan finansial yang membuat dirinya semakin terperosok. Ingin cepat kaya? Berikut empat kesalahan finansial yang sebaiknya segera Anda hindari, Sabtu (25/10/2014):
1. Boros
Mengeluarkan lebih banyak uang daripada penghasilan memang terdengar biasa. Tapi jangan salah, banyak orang terjebak dalam kebiasaan buruk ini dan sulit menghentikannya.
Terlebih lagi dengan fasilitas kartu kredit di mana Anda semakin kesulitan mengelola keuangan pribadi. Ingat, pikirkan baik-baik sebelum Anda berbelanja.
2. Membeli barang yang tidak diperlukan
Setiap orang pasti inign memamerkan kesuksesannya dengan membeli banyak barang bagus. Jangan salah, orang kaya tak pernah merasa perlu pamer atas apa yang dimilikinya.
Untuk menjadi orang kaya, jangan pernah membeli barang yang tidak diperlukan. Habiskan uang Anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
3. Hanya memiliki satu mata pencahariaan
Banyak orang yang bergantung pada satu sumber mata pencahariaan saja. Tak hanya para pegawai, sejumlah pebisnis juga menganggungkan hidupnya hanya pada satu usaha.
Hati-hati masalah keuangan dapat menganggu Anda kapan saja tak peduli seberapa besar penghasilan Anda sekarang. Jangan pernah berhenti mencoba untuk menambah pendapatan dari sumber lain.
4. Tak punya anggaran
Memiliki rencana pengeluaran sangat penting sebagai salah satu pengendali agar Anda tidak bersikap boros. Tanpa anggaran, Anda tidak akan mengetahui mana prioritas saat mengeluarkan uang.
Tak peduli seberapa besar penghasilan yang diperoleh, pastikan Anda memiliki anggaran dan perencanaan keuangan yang baik setiap bulan. 

4 Hal yang Bikin Anda Susah Kaya

Menjadi sukses dan kaya raya mungkin menjadi impian sebagian besar orang di dunia. Sayangnya, hanya segelintir orang yang beruntung dan bisa menjadi pengusaha sukses hingga miliarder terkaya dunia.

Lantas mengapa Anda merasa begitu sulit untuk menjadi kaya?
Anda hanya bisa menjadi kaya ketika memiliki niat dan tekad yang bulat. Jangan pernah takut untuk mencoba dan selalu memanfaatkan peluang yang ada merupakan salah satu kunci untuk menjadi kaya.

Bahkan berpikir negatif bisa menjadi salah satu hambatan yang membuat Anda tak pernah bisa kaya. Hindari berbagai sikap yang dapat menjauhkan diri dari kekayaan besar.

Berikut empat hal yang dapat membuat Anda susah kaya seperti mengutip lamanwallstcheatsheet.com, Sabtu (29/11/2014):

1. Tak punya rencana masa depan
Banyak orang ingin kaya, tapi jika Anda tak pernah merencanakannya dengan matang, itu hanya akan menjadi impian belaka. Tanpa rencana yang matang, Anda tak akan pernah kaya dan Anda hanya akan mencari alasan betapa banyak kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi.
Anda bisa menyewa perencana keuangan jika sulit mengatur keuangan pribadi.

2. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan

Anda tak akan pernah bisa kaya jika mengeluarkan uang lebih banyak daripada pemasukan. Itulah mengapa Anda harus membuat rencana pengeluaran uang.

Semua itu dilakukan agar Anda bisa mengendalikan pengeluaran dan menyisakan uang untukk ditabung. Mulai dari sekarang, jika Anda punya hobi membeli barang-barang mewah, hindari menggunakan kartu kredit dan mulai menabung.
3. Tak punya investasi

Selain tabungan, investasi sejumlah uang juga harus dilakukan setiap bulan. Anda dapat memilih bisnis mana yang akan digeluti dan mulai serius berinvestasi ke dalamnya.
Berinvestasi merupakan bentuk pengeluaran uang yang justru akan menambah pemasukan.

4. Tak yakin bisa kaya

Anda harus yakin ingin kaya, dan dengan begitu Anda bisa kaya. Beberapa orang merasa tak bisa kaya karena orangtuanya miskin atau tak punya gelar sarjana.
Orang-orang yang berpikir seperti tak akan pernah kaya. Ingat, banyak juga miliarder sukses yang tak pernah lulus kuliah seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Steve Jobs.

Berpikir negatif akan menjadi hambatan bagi orang tercerdas sekalipun untuk menjadi kaya. Jika terus berpikir tak punya modal, tak pantas kaya, tak cukup hebat atau pintar, maka selamanya Anda tak akan pernah sukses.

5 Rahasia Kecil Biar Bisa Jadi Orang Kaya

 Bekerja keras seringkali disebut sebagai kunci utama untuk mencapai kesuksesan dan mengumpulkan uang demi menjadi orang kaya.
Padahal terlepas dari berbagai kerja keras yang Anda lakukan, terdapat beberapa rahasia kecil yang perlu diketahui agar bisa menjadi orang kaya.
Mengutip laman Enterpreneur, Senin (24/11/2014), terdapat banyak proses kecil yang seringkali Anda luputkan padahal dapat berkontribusi besar mewujudkan impian pribadi untuk mencapai sukses. Bahkan berniat menjadi miliarder dapat menjadi dorongan besar bagi Anda yang ingin kaya raya.
Berikut lima rahasia kecil agar Anda bisa menjadi orang kaya:

1. Niat menjadi miliarder
Dimulai dari diri sendiri, Anda harus memutuskan ingin menjadi miliarder dengan usaha pribadi. Tak masalah berangkat dari kalangan menengah ke bawah tanpa uang, yang penting Anda memiliki banyak gagasan dan bekerja keras.
Yang utama setelah itu adalah menentukan target, berapa jumlah harta yang diinginkan dan bagaimana mencapainya dalam rentang waktu tertentu.
2. Rajin berpikir
Uang itu tak ada habisnya selama Anda berpikir bagaimana cara meraupnya. Berhenti berpikir seperti Anda tak bisa lagi memiliki harapan untuk kaya raya.
Untuk menjadi orang kaya, Anda harus mengakhiri sejumlah pikiran tentang kemiskinan. Ingat, uang tak tumbuh begit saja di atas pohon tapi harus dipikirkan matang-matang untuk mendapatkannya.
3. Mempelajari kisah sukses miliarder
Sejak beranjak remaja, pastikan Anda mulai mempelajari kisah sukses paar miliarder. Kisah suksesnya dapat menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi Anda untuk menjadi miliarder. Yang terpenting adalah bagaimana mempelajari cara orang kaya mencetak hartanya.
4. Bekerja seperti orang kaya
Setiap orang kaya menggunakan waktu dengan berbeda. Orang kaya membeli waktu sedangkan masyarakat kecil menjualnya. Orang kaya tahu bahwa waktu jauh lebih berharga daripada uang itu sendiri.
Jadi orang kaya akan merekrut pegawai-pegawai yang ahli di bidang yang tak dikuasainya. Dirinya juga selalu berusaha menggunakan waktu dengan produktif.
Secara finansial, orang sukses dan kaya diburu hasratnya untuk sukses dan bekerja penuh semangat mencapai target.
5. Tidak boros
Orang kaya tidak menghabiskan uang tapi menginvestasikannya. Para miliarder tahu bahwa menginvestasikan uang dapat membuat dia lebih kaya dari sebelumnya.
Anda dapat membeli mobil dan rumah yang nyaman serta penuh gaya. Itulah lima rahasia kecil agar Anda bisa sukses dan kaya raya.

7 Hal Sederhana yang Bisa Bikin Kaya

 Menjadi orang kaya yang bisa memenuhi segala keinginan dalam hidup tentu merupakan mimpian setiap manusia. Namun, apa saja yang pernah Anda lakukan untuk mencapai kekayaan tersebut?
Mungkin jawaban Anda hanya akan berkisar pada promosi pekerjaan atau berinvestasi. Jika jawaban adalah iya, mungkin ada baiknya Anda mencoba 7 hal sederhana ini.
Mau coba? Berikut triknya seperti dilansir dari laman LifeHack, Sabtu (10/1/2015):
1. Memberikan donasi
Di Indonesia, kerap kali istilah ini sering diidentikkan dengan `zakat`. Memberikan uang atau bantuan kepada siapapun nyatanya memang akan memengaruhi kehidupan seseorang. Selain sebagai cara bersyukur, hal ini bisa membantu Anda memetakan pola pikir untuk meraih uang lebih banyak.
2. Menghargai apa yang Anda miliki
Ya, ini sebenarnya adalah cara ampuh buat bersyukur. Bahkan, salah satu orang terkaya di dunia seperti Oprah Winfrey mengatakan bahwa bersyukur adalah hal yang paling tidak boleh dilewatkan setiap harinya.
3. Memiliki rencana atau visi
Memulai bisnis sendiri bisa membuat Anda lebih kaya, bahkan bisnis rumahan sekalipun. Seperti contoh, Mary Kay. Cukup menjadi pembimbing bagi seseorang untuk menjadi lebih kaya, ia pun berhasil menjadi seorang jutawan.
4. Bermain games
Mungkin bermain games akan terkesan tidak menghargai waktu dan kekanak-kanakan. Namun, tidak untuk games bergenre ekonomi. Anda bisa mendapat, menghitung, mengelola, dan menggandakan uang tanpa takut benar-benar kehilangan uang. Hal ini bisa berpengaruh dalam pola mengatur uang Anda tiap harinya. Anggap bermain games ini seperti latihan.
5. Membaca
`Buku adalah jendela dunia`. Ungkapan ini mungkin harus diperjelas bahwa buku tak hanya bisa membuka mata kita pada dunia, tetapi juga bisa membuat mata bagaimana cara mendapat uang, mengelola, dan menggandakannya. Bacalah!
6. Bicara pada diri Anda di masa depan
Tak ada yang salah menjadi seorang visioner. Bayangkan diri Anda 6 bulan, setahun, lima tahun ke depan. Apa yang akan terjadi pada diri Anda saat itu? Bagaimana menyelesaikannya? Pikirkan hal tersebut agar Anda bisa mengantisipasi dari detik ini.
7. Mulai praktek di tiap harinya
Coba urutkan 3 hal yang akan Anda lakukan untuk menambah kekayaan di tiap harinya. Membuat daftar dan berhasil mencentang segalanya merupakan permulaan yang baik. Lakukan setiap hari dan bila perlu tingkatkan dari 3 hal menjadi 5 dan selanjutnya. 

Ini Perbedaan Kelas Menengah dan Orang Kaya

Menurut majalah Forbes, sekitar 400 orang kaya Amerika Serikat (AS) memiliki total kekayaan lebih dari 150 juta masyarakat warga Amerika Serikat.
Lalu bagaimana dengan masyarakat yang di antaranya? Golongan masyarakat kelas menengah. Kelas menengah ini tidak miskin, dan belum juga kaya.
Namun berdasarkan data terungkap kalau jumlah kelas menengah menyusut. Itu berarti seseorang dapat cenderung masuk kelas menengah di masa depan.
Sedangkan bila Anda ingin menjadi kaya, Anda harus mulai berpikir seperti orang kaya. Berikut adalah 10 perbedaan antara kelas menengah dan orang kaya untuk dapat dipelajari, seperti dikutip dari laman Lifehack, Minggu (11/1/2015).
1. Biasa golongan kelas menengah hidup nyaman, sedangkan orang kaya tidak merasa nyaman.
Dengan sebuah kenyamanan dapat menjadi ketidaknyaman. Hal itu mungkin berat, tetapi itu harga untuk dibayar dalam meraih sebuah mimpi. Contoh ketika seseorang telah bekerja di zona nyaman, maka itu bagi kelas menengah jadi hal menyenangkan.
Akan tetapi orang kaya sadar untuk meletakkan dirinya di tempat tidak nyaman karena ada hal luar biasa di luar sana. Misal dengan membuka bisnis sendiri memang penuh risiko, dan risiko dapat tidak menjadi nyaman.
Meski demikian, risiko kecil siapa tahu dapat menciptakan kekayaan dan meraih hasil baik.
2. Kehidupan golongan kelas menengah cenderung seperti kalangan atas, sedangkan orang kaya berada di bawah.
Orang kaya tidak menghabiskan uangnya begitu saja. Mereka menghargai uang dengan meningkatkan aset, dan hidup di bawah kemampuannya.
Biasanya, orang kaya dapat memakai mobil lebih sederhana dan lama, serta tidak membeli mobil baru. Hal itu berdasarkan studi yang tertuang dalam buku The Millionaire Next Door.
3. Kelas menengah meningkatkan karir di korporasi, sedangkan orang kaya punya perusahaan.
Kelas menengah cenderung bekerja untuk orang lain. Mereka punya pekerjaan, dan karir. Sedangkan orang kaya cenderung punya bisnis. Mereka memiliki perusahaan, sedangkan kelas menengah sibuk bekerja untuk meningkatkan karir dan jabatan.
Orang kaya mengerti kalau mereka membutuhkan orang lain untuk bekerja dengan mereka. Orang kaya mengerti kekuatan pendapatan pasif.
4. Golongan kelas menengah berteman dengan siapa saja, dan orang kaya memilih teman dengan bijaksana.
Orang kaya mengerti bila mereka dikelilingi dengan orang sukses, maka kesuksesan akan mengikuti.
Jika Anda ingin memiliki pendapatan lebih, berkumpullah dengan orang yang ingin cari pendapatan lebih. Ini salah satu tentang menyamakan pikiran seperti orang sukses. Jika Anda ingin kaya, maka Anda harus berpikir seperti orang kaya.
5. Golongan kelas menengah bekerja untuk meraih pendapatan, sedangkan orang kaya bekerja untuk belajar.
Golongan kelas menengah begitu mudah dibujuk ketika berganti pekerjaan ketika seseorang menawarkan pendapatan lebih.
Namun orang kaya mengerti bekerja bukan hanya soal uang saja, terutama di awal tahun. Ini tentang mengembangkan kemampuan dan kebiasaan agar dapat menjadi sukses. Misal Anda bekerja di bank untuk mengetahui akuntansi, dan bekerja menjadi bagian penjualan untuk mengerti dunia pemasaran dan penjualan.
Jika Anda ingin jadi orang, Anda harus bekerja sambil belajar untuk meningkatkan kemampuan.
6. Golongan kelas menengah memiliki barang, sedangkan orang kaya memiliki uang.
Masyarakat kelas menengah biasa memiliki mobil baru dan rumah mahal. Mereka biasa banyak menghabiskan uang untuk barang mewah, rumah besar, dan mobil.
Di sisi lain, orang kaya mengerti untuk menjadi kaya maka harus memiliki uang lebih dari barang yang diinginkan.
Jika Anda tetap membeli barang, maka uang Anda tetap dengan barang itu. Contoh, Warren Buffet, salah satu miliarder membeli rumah pada 1958, dan dia hanya membayarnya US$ 35.500.
Berhenti membeli barang, dan mulai fokus untuk menyimpan, menabung dan investasi dari penghasilan Anda. Jika Anda shopaholic, mulai beli rumah. Selain itu, mulai tertarik berinvestasi.
7. Golongan kelas menengah biasa fokus untuk menyimpan, sedangkan orang kaya fokus mencari penghasilan.
Menabung penting. Investasi lebih penting, dan mencari penghasilan adalah fondasi keduanya.
Jika Anda mengerti menyimpan dan investasi, tetapi ingin menciptakan hasil lebih dari kedua hal itu maka Anda butuh mencari penghasilan lebih. Jika Anda ingin lebih kaya, maka bekerja untuk menciptakan kemampuan mencari penghasilan.
8. Golongan orang kaya biasanya lebih menggunakan logika sedangkan masyarakat kelas menengah emosi.
Steve Siebol mewawancarai lebih dari 1.200 orang kaya di dunia untuk bukunya How Rich People Think.
Berdasarkan hasil wawancara itu, lebih dari 100 perbedaan bagaimana orang kaya melihat uang dibandingkan kelas menengah.
Salah satu perbedaan yang ditemukan yaitu bagaimana masyarakat kelas menengah melihat uang lewat emosi, sedangkan orang kaya lewat logika. Dengan membuat keputusan keuangan emosional dapat merusak keuangan Anda.
9. Golongan kelas menengah kadang meragukan kemampuannya, sedang orang kaya menciptakan tujuan besar.
Masyarakat kelas menengah menciptakan tujuan. Kadang, namun kapasitas tujuan itu berbeda, dari kelas menengah untuk menjadi kaya.
Orang kelas menengah menciptakan tujuan mudah tercapai. Sedangkan orang menciptakan tujuan yang kelihatan tidak mungkin, dan sulit. Akan tetapi mereka yakin dapat meraihnya. Ini kembali kepada pola pikir.
10. Golongan kelas menengah cenderung kerja keras, di sisi lain orang kaya mampu menyeimbangkan.
Kerja keras penting untuk kita semua. Untuk meraih puncak perlu kerja keras. Akan tetapi masalahnya kerja keras sendirian jarang membuat Anda dapat menjadi kaya. Anda tidak dapat menjadi kaya bila hanya melakukan sendirian.

5 Kebiasaan Unik Orang Kaya

Anda sudah kerja keras tapi tidak juga kaya raya? Satu yang perlu Anda ketahui, kerja keras Anda dalam membangun karir ternyata kini tidak lagi menjadi faktor utama untuk mendulang kekayaan jika Anda tidak mengubah sejumlah kebiasaan Anda.
Orang kaya memiliki sejumlah kebiasaan unik yang membuatnya semakin kaya. Kebiasaan ini tidak umumnya tidak lazim dilakukan masyarakat kelas menengah atau kalangan bawah. Misalnya, kebiasaan menabung yang diajarkan orang tua kita, ternyata hal itu justru dihindari para orang kaya.
Dilansir dari Lifehack.org, Jumat (20/2/2015), coba pelajarilah kebiasaan unik dari orang kaya berikut dan cobalah diterapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari.
1. Prioritaskan pemasukan daripada tabungan
Kita diajarkan untuk rajin menabung dan hidup sederhana. Namun, sesungguhnya, ajaran itu berbanding terbalik dari prinsip hidup orang-orang kaya dan mereka yang akan jadi kaya. Mereka tidak menyimpan uang, melainkan menjadikannya kesempatan menghasilkan uang lebih banyak lagi. Investasi dan bisnis merupakan pilihan mereka dibanding tabungan hari tua.

2. Hidup dengan arti
Pada saat yang bersamaan, para orang kaya mencari uang bukan untuk memuaskan nafsu belanja mereka, namun untuk membangun kekayaan. Ketika kelas menengah mendapatkan kenaikan penghasilan, mereka langsung menghabiskannya, seperti membeli mobil baru atau rumah yang lebih besar.
Ketika orang kaya mendapat kenaikan penghasilan, mereka mencari cara untuk menginvestasikan penghasilan lebih mereka dalam aset.
3. Selalu siap dengan perubahan dan pertumbuhan
Mereka tidak merasa wajib mengikuti cara hidup yang mereka pilih pada dekade lalu. Jika mereka menemukan kesempatan yang lebih baik, mereka akan menggunakannya untuk meningkatkan posisi mereka.
Artinya, mereka akan selalu mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru dan siap berganti-ganti gaya hidup dengan drastis. Lagipula, kalau Anda pikir-pikir, Anda masih kurang paham tentang kehidupan di usia 18. Jadi tidak perlu terpaku pada jalan hidup yang Anda pilih di usia itu.

4. Lebih peduli dengan harta dibanding kemewahan
Kontradiktif dari apa yang masyarakat ajarkan, orang-orang kaya tidak terlalu peduli dengan kemewahan. Mereka lebih menghargai kekayaan itu sendiri. Warren Buffet, salah satu orang terkaya di planet ini masih tinggal di rumah yang dibelinya pada tahun 50-an.

5. Tidak takut punya cita-cita tinggi
Sejak masa kanak-kanak, ada saja orang yang mengajarkan bahwa kita harus 'realistis' terhadap mimpi-mimpi kita. Jangan bermimpi terlampau tinggi, mungkin ada giri yang menasihati Anda seperti itu saat Anda di sekolah menengah. Kebanyakan calon orang kaya tidak mengindahkan ajaran ini . Mereka tidak takut dianggap kelewat ambisius atau gila. Sering kali, mereka menemukan apa yang mereka impikan mungkin dicapai.

Pada akhirnya, kekayaan merupakan hasil dari pemikiran yang tepat. Jika Anda memenangkan sebuah lotere namun Anda tidak berpikir seperti orang kaya, uang lotere Anda akan habis buat belanja atau hidup bermewah-mewahan. Sedangkan jika Anda berpikir seperti orang kaya, Anda akan menikmati kekayaan dari hasil investasi yang berasal dari uang hadiah lotere Anda. 

Anak Miliarder Bisa Terus Kaya Hingga 300 Tahun ke Depan

Ungkapan kaya hingga tujuh turunan tampaknya bukan sekadar isapan jempol belaka. Sebuah hasil survei yang dilakukan Professor Gregory Clark dan Neil Cummins dan dipublikasikan Economic Journal menemukan, anak dan keturunan miliarder era modern ini dapat terus kaya hingga 300 tahun lamanya.

Mengutip laman Daily Mail, Senin (2/2/2015), survei tersebut menemukan, orangtua yang kaya raya kebanyakan mewariskan 75 persen harta pada seluruh anak-anaknya. Itu berarti, butuh waktu 300 tahun bagi anak-anak tersebut untuk menghabiskan harta warisan orangtua jika pengeluarannya disetarakan dengan pendapatan rata-rata pegawai pada umumnya.

Selain itu, hasil studi itu juga menemukan, putera puteri keluarga konglomerat juga dapat hidup lebih panjang daripada kebanyakan orang. Anak-anak itu juga selalu berhasil masuk ke sekolah ternama, tinggal di rumah mewah dan bekerja dengan profesi luar biasa seperti dokter atau pengacara.

Ada juga perbedaan mengenai kekayaan dan pergaulan sosial antara keturunan keluarga terkaya di era Victoria dan keluarga kaya zaman sekarang.

"Tapi apa yang nenek moyang kalian lakukan dulu masih bisa ditebak dan nyaris sesuai dengan apa yang Anda lakukan sekarang," tutur Clark dan Cummins dalam laporannya.

Kedua ekonom handal tersebut melakukan penelitian pada 19 ribu orang termasuk lebih dari 600 nama keluarga kaya yang namanya tak terlalu dikenal seperti Bazalgette, Pepys dan Bigge.

Joseph Bazalgette dulu bertanggungjawab membangun sistem menjahit pertama di dunia pada abad 19-an. Anak-anaknya tercatat menjadi hakim dan komisioner kerajaan.

Selain itu Peter Bazalgette, keturunan dari Joseph Bazalgette belakangan diketahui merupakan pengusaha sukses dan pendiri perusahaan Endemol yang menciptakan acara Big Brother dan Deal or No Deal.

Penemuan tersebut membuktikan bahwa pergeseran harga warisan pada anak memberikan dampak sosial yang jauh lebih besar dari yang diprediksi sebelumnya. Alhasil, data penemuan keduanya menunjukkan adanya korelasi signifikan antar keluarga kaya bahkan hingga lebih dari lima turunan.

Anak-anak orang kaya zaman sekarang masih bisa terus melahirkan keturunan konglomerat dan hidup bergelimang harta hingga 300 tahun ke depan. 

5 Hal yang Diinginkan Orang Kaya Selain Uang

 Lagi-lagi uang yang berlimpah tak menjamin Anda bahagia. Bahkan setelah memiliki harta melimpah, banyak orang merasa masih belum cukup dan menginginkan hal lain selain ulang.
Beberapa miliarder juga merasa uang tak bisa menjamin kesehatan atau memberikan persahabatan yang erat. Tapi memang tentu saja, masih banyak miliarder yang bahagia di luar sana.
Lantas apa lagi yang dinginkan para miliarder selain uang banyak yang telah dimilikinya? Berikut 5 hal yang didambakan miliarder selain uang seperti dikutip dari Lifehack.org, Kamis (26/2/2015):
1. Berkomunikasi normal
Karl Rabeder pernah menjadi miliarder tapi dia menyumbangkan seluruh hartanya karena merasa tak bahagia. Dia menjual segalanya dan menyumbangkannya, lalu memutuskan tinggal di Austria.
Rabeder mengambil keputusan tersebut karena merasa gaya hidupnya yang terlalu tinggi salah dan sulit baginya untuk berhubungan dengan masyarakat sungguhan. Kini dia merasa lebih bahagia.
2. Kebahagiaan
Salah satu miliarder di Australia pernah memiliki banyak uang seperti yang selalu diimpikannya. Tapi saat itu tercapai, dia malah merasa tidak bahagia.
Dia jadi bosan dengan mimpinya, hubungan dengan orang terdekat, dan malas melakukan hobinya. Kini setelah dia hidup sederhana, dia merasa lebih bahagia dan memiliki hubungan harmonis dengan seluruh keluarga.
3. Privasi
Juan Rodriguez menyesal pernah menang lotre karena dia menjadi incaran orang-orang yang ingin meminjam uang darinya. Dia tak bisa menikmati privasi ketika dia pergi keluar dan hidupnya sangat membosankan karena ia hanya ditemani beberapa ekor anjing bahkan dia tak lagi percaya pada keluarganya.
Konsultan keuangan mengatakan bahwa dengan kekayaan mendadak, kehidupan pemenangnya dengan mudah menjadi kacau.
4. Kepercayaan pada orang lain
Orang kaya memiliki banyak hal yang membuatnya khawatir. Mereka selalu khawatir dan cemas tentang siapa yang bisa dipercaya.
Sulit sekali baginya untuk mempercayai orang lain karena takut kekayaannya habis dimanfaatkan. Mereka juga takut anak-anaknya tak harmonis karena uang yang dimiliki.
5. Keamanan diri
Banyak miliarder harus melindungi diri dan kekayaanya dengan susah payah. Setiap hari, ada ketakutan dan kecemasan mengalami perampokan, kekerasan, hingga tindakan pencurian. Seorang wanita yang kaya raya karena menang lotre harus bersembunyi lantaran takut.

Ini Dia Cara Menabung ala Orang Kaya

Hampir tak ada satupun orang yang enggan memiliki uang. Bahkan orang kaya masih rajin menabung demi menimbun lebih banyak uang dari jumlah yang telah dimiliki.
Melansir laman Lifehack.org, Senin (16/3/2015), jangan salah, orang kaya juga ternyata masih senang menabung meski hartanya telah berlimpah. Sayangnya, banyak orang biasa yang justru sulit sekali menabung demi kesuksesannya.
Padahal, setidaknya Anda menyisihkan 10 persen dari gaji Anda setiap bulan sebagai tabungan. Lebih mudah, berikut lima cara orang kaya menabung dan bisa Anda tiru:
1. Hati-hati dengan pengeluaran kecil
Kebanyakan orang selalu berhati-hati dalam membuat investasi besar dan pembelian dengan angka besar. Tapi pada saat yang sama, Anda justru boros dalam membeli barang-barang berharga rendah.
Kebalikan dari orang pada umumnya, orang kaya lebih berhati-hati saat membeli barang dengan harga murah. Mereka menyadari jumlahnya dapat terus membengkak dan membuatnya menjadi tak bisa menabung.
2. Fokus pada masa depan
Sangat mudah menghabiskan uang untuk mendapatkan sesuatu yang disuka. Tapi pada akhirnya, Anda harus mengeluarkan banyak uang untuk kebutuhan krusial tak peduli berapapun pendapatan Anda.
Itulah mengapa Anda harus fokus pada masa depan dan mulai mengurangi pengeluaran untuk berbagai barang yang tidak perlu. Ingat, Anda bisa muda tanpa uang, tapi tak bisa tua tanpanya.
3. Bekerja keras
Persepsi yang bertebaran menyebutkan bahwa orang kaya hanya bersenang-senang dalam hidupnya. Faktanya, orang kaya bekerja keras lebih dari siapapun untuk mendapatkan uang lebih banyak agar bisa ditabung.
Dengan meningkatkan pendapatan, dirinya juga menambah porsi uang tabungan.
4. Simpan sebagian besar pendapatan
Banyak yang mengatakan, orang kaya selalu boros dalam mengeluarkan uang. Tidak juga, karena sebenarnya orang kaya selalu menabungkan sebagian besar pendapatannya.
Itulah kenapa orang-orang tersebut tetap kaya. Dengan menabung lebih banyak, mereka merasa memiliki lebih banyak uang dan memastikan dirinya tak kesulitan secara finansial saat ada kebutuhan mendadak.
5. Jangan beli selain kebutuhan
Orang kaya tak pernah membayar untuk hal-hal yang tak perlu. Dirinya selalu menghindar membeli hal-hal yang memang tak diperlukan.
Bejamin Franklin pernah mengatakan, hati-hati dengan pengeluaran yang sedikit, bahkan danau yang kecil dapat menenggelamkan kapal besar.

4 Ancaman Ini Bikin Orang Kaya Dunia Susah Tambah Harta

Setiap orang terkaya di dunia tercatat memiliki hasrat yang kuat untuk terus mengembangkan bisnisnya demi mendulang lebih banyak harta kekayaan. Sayangnya, tahun ini, survei yang digelar perusahaan konsultan properti komersial global Knight Frank menemukan empat risiko yang dapat membuat orang kaya sulit menambah harta kekayaannya.

Senior Preisedent dan Chief Economist di Yes Bank Shubhada Rao menjelaskan, lambatnya laju perekonomian negara berkembang di dunia sebagai salah satu hambatan bagi konglomerat untuk menambah hartanya tahun ini.

"Risiko penciptaan kekayaan di banyak negara berkembang akan meningkat jika pertumbuhan di berbagai sektor ekonomi tidak berjalan baik," terang Rao.

Banyak negara berkembang yang berubah menjadi negara maju dan lantas mampu menghasilkan pertumbuhan orang kaya yang cukup signifikan. Sayangnya, ini akan sulit terjadi jika pertumbuhan ekonomi di setiap negara melaju dengan lamban.

Berikutnya, Chief Investment Officer di Stonehage Investment Partners John Veale menilai konflik geopolitik di berbagai negara serta meningkatnya ketegangan politik antara  Rusia dan Ukraina juga dapat membuat sejumlah bisnis sulit berkembang. Pada level ekstrim, jika bank sentral keliru mengambil langkah terhadap tekanan inflasi itu akan membuat pertambahan harta orang terkaya dunia ikut terhambat.

Risiko ketiga adalah rendahnya koneksi antara harga obligasi dan komoditas serta ekuitas dan aset lainnya.

"Buktinya, saat harga komoditas dan obligasi melemah, harga saham justru melonjak," tutur Chief Economist di Markit Chris Williamson.

Dia memprediksi tahun ini akan menjadi perioden di mana pasar akan bereaksi luar biasa terhadap kebijakan ekonomi AS.

Terakhir, risiko yang dapat membuat orang kaya semakin sulit menambah hartanya adalah kondisi ekonomi dunia yang kian tak stabil.

Sekadar informasi, The Wealth Report 2015 ini merupakan hasil survei Knight Frank, perusahaan konsultan properti komersial global yang berbasis di London. The Wealth Report 2015 melakukan survei setiap tahun pada kalangan Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) yang memiliki aset paling sedikit senilai US$ 30 juta termasuk aset pribadi dan properti.

Orang Kaya Ternyata Lebih Panjang Umur

Bukan hanya harta dan gaya hidup yang membedakan kalangan kaya dan si miskin. Ternyata orang kaya dapat berumur panjang.

Berdasarkan studi yang digelar Urban Institute seperti dikutip dari Huffington Post, Selasa (14/4/2015), semakin banyak uang yang Anda miliki maka semakin sehat dan semakin panjang umur hidup Anda. Laporan tersebut merangkum berbagai data dari Centers for Disease Control (CDC).

Studi tersebut membagi penduduk Amerika Serikat ke dalam lima kelompok berdasarkan pendapatannya. Hasilnya, kelompok dengan pendapatan lebih tinggi cenderung lebih sehat dan kelompok dengan pendapatan rendah cenderung lebih sering sakit dibandingkan kategori di atasnya.

Hasil studi tersebut benar-benar konsisten terjadi. Sebelumnya studi Bloomberg menunjukkan bahwa risiko di hampir setiap kategori penyakit, dari sakit jantung hingga ginjal dan stroke bisa sedikit tertekan saat pendapatan naik.

Fenomena tersebut benar terjadi seperti yang ditemukan CDC dalam data usia hidup seseorang berdasarkan tingkat pendapatannya.

Terdapat sejumlah alasan mengapa tambahan harta dan pendapatan dapat meningkatkan kesehatan dan usia hidup. Layanan kesehatan yang baik merupakan salah satu alasan yang paling jelas.

Orang-orang yang lebih kaya juga cenderung mendapatkan keuntungan dari kondisi hidup yang lebih baik. Sementara kalangan penduduk miskin cenderung mudah stres, khawatir, sedih dan mudah marah dibandingkan orang kaya.

Semua itu tertera pada hasil analisa Brooking Institure. Bahkan di Amerika Serikat, tingkat kemiskinan menguras uang kesehatan yang sangat tinggi. 

4 Trik Agar Cepat Kaya

Menjadi orang kaya tentu menjadi impian sebagian besar orang.  Tidak mengherankan jika Anda sering berimajinasi bergelimang harta seperti Paman Gober.
Bekerja keras seringkali disebut sebagai kunci utama untuk mencapai kesuksesan dan mengumpulkan uang demi menjadi orang kaya. Padahal terlepas dari berbagai kerja keras yang Anda lakukan, terdapat beberapa rahasia kecil yang perlu diketahui agar bisa menjadi orang kaya.
Salah satunya membuat keputusan cerdas dengan finansial Anda. Dilansir dari lamancheatsheet.com, Jumat (23/4/2015), inilah empat resep yang digunakan para miliarder agar tetap kaya turun-temurun.
1. Strategi manajemen uang
Orang-orang kaya selalu mengikuti cara melipatgandakan harta mereka. Saat berinvestasi, mereka mencari berbagai alternatif yang paling cocok untuk mereka. Salah satunya adalah penempatan asuransi pribadi. Seiring dengan meningkatnya pajak, pendekatan paling populer adalah dengan menumbuhkan dan melindungi kekayaan.
2. Mengerti pentingnya diversifikasi
Individu mapan memastikan diri mereka untuk menyebar investasi mereka. Dibanding membangun kekayaan di satu tempat saja, mereka punya banyak sumber sebagai rencana cadangan.
3. Tahu cara menabung
Mereka yang cerdas dalam menangani uang mencari cara untuk menabung dibanding menghabiskan uang. Ini merupakan salah satu cara menyimpan kekayaan mereka.
Betul bahwa ada di antara mereka yang menghabiskan uang seakan-akan bakal mati besok, namun mereka yang mengerti cara kerja uangdan  tahu berapa banyak jumlah yang bisa benar-benar disimpan. Bahkan sering ada cerita orang kaya tinggal di mobil mereka seperti Daniel Norris dan membeli rumah jauh lebih murah dari yang mereka mampu seperti Warren Buffet.
4. Punya rencana dengan uang mereka
Penting untuk mengingat Anda tidak bisa sekedar berharap jadi kaya. Apa target Anda secara finansial? Pada akhirnya ini bukan tentang uang, melainkan apa yang paling Anda inginkan dalam hidup.

Beli Barang Ini Bikin Anda Susah Kaya

Setiap uang yang Anda keluarkan pasti selalu berkaitan dengan gaya hidup, kebiasaan dan kesukaan pribadi. Bahkan seringkali Anda menghabiskan uang untuk membeli barang yang tak dibutuhkan hanya karena menyukainya.
Tapi ternyata, banyak orang bertindak boros untuk membeli barang-barang berharga cukup tinggi yang justru membuatnya semakin sulit kaya. Hati-hati, banyak konsumsi sehari-hari yang juga dapat memicu tindakan boros.
Yang terpenting dalam menggunakan uang adalah bagaimana Anda mendapatkan yang diinginkan tapi tetap memperhatikan anggaran pribadi. Jangan takut mencoba berhemat, berikut enam barang mahal yang bikin boros tapi selalu Anda beli seperti dilansir dari lamanLifehack.org, Sabtu (1/5/2015):
1. Air minum kemasan
Air merupakan salah satu keperluan sehari-hari yang sangat penting. Tapi bukan berarti Anda harus menghabiskan banyak uang membeli air mineral kemasan botol.
Bahkan beberapa air mineral yang penyaringannya kurang baik dapat mengandung bakteri yang berbahaya bagi tubuh. Tak hanya baik bagi kesehatan, memasak dan membawa air minum sendiri jauh lebih hemat dibandingkan membeli air kemasan.
2. TV berlangganan
Kini hampir setiap acara yang ditayangkan televisi dapat Anda tonton kembali melalui internet. Tak hanya itu, bahkan Anda dapat menonton tayangan langsung dari internet.
Tentu saja, jasa internet jauh lebih murah dibandingkan berlangganan TV berbayar. TV berlangganan tanpa terasa dapat membuat Anda boros karena banyak tayangan yang sebenarnya tidak Anda tonton.
3. Cartridge printer
Bagi para pemilik printer, seringkali Anda gagal memasang tinta mesin pencetak hingga akhirnya harus membeli cartridge baru. Kegagalan memasang juga dapat membuat mesin tak berfungsi baik dan Anda kehilangan setengah dari tinta yang Anda.
Dibandingkan mengganti cartridge setiap kali tinta habis, lebih baik Anda membeli mesin printer yang lebih canggih. Itu dapat membuat pengeluaran menjadi lebih irit.
4. Buku
Ini memang terdengar kontroversial mengingat membaca buku tampak harus sambil memegangnya. Padahal inti dari buku adalah tulisan yang menyediakan nilai moral dan merepresentasikan hasil pikir si penulis.
Artinya, Anda harus memilih buku yang tepat setiap akan membeli. Lagipula, jika ingin lebih hemat, Anda masih bisa mengaksesnya melalui internet, karena banyak e-book yang bisa diperoleh.
5. Barang bermerek
Banyak orang membeli barang bermerek dan berusaha meningkatkan gaya hidupnya padahal pendapatannya tak memadai. Tak ada yang salah dengan menampilkan gaya hidup terbaik, tapi sayangnya menjadi korban merek ternama justru dapat membuat Anda semakin boros dan rentan kehabisan uang.
Bahkan membeli barang mahal dapat menyebabkan tekanan lebih besar dibandingkan kepuasan pribadi. Ingat, perbandingan harga barang bermerek dan biasa terlampau sangat tinggi.
6. Barang baru
Membeli telepon seluler baru atau banyak barang baru seringkali menjadi pengeluaran di luar rencana. Memiliki barang baru dapat menjadi hal yang menyenangkan, tapi melakukannya berkali-kali dapat menjadi hal yang mengerikan.
Selain pengeluaran menjadi semakin boros, Anda rentan ketagihan membeli barang baru tanpa memperhatikan pendapatan yang diperoleh setiap bulan. Ingat, jika barang yang lama masih berfungsi sebaiknya tak perlu menggantinya dengan yang baru. 

Kamis, 04 Juni 2015

5 cara menabung ala orang kaya yang bisa ditiru

Hampir setiap orang senang memiliki banyak harta. Menjadi kaya memang telah lama menjadi tujuan karir atau bisnis banyak orang di dunia. 

Sayangnya, meski telah ada orang kaya yang bisa menjadi contoh, namun jarang sekali orang kebanyakan meniru cara orang kaya tersebut menambah tabungannya. 

Tak hanya menambah tabungan, orang kaya ternyata selalu bekerja keras demi meningkatkan pendapatannya.

Jadi, jika ingin kaya raya, pastikan Anda mengikuti jejak-jejak mereka yang telah lebih dulu sukses secara finansial. Berikut lima cara orang kaya menabung uangnya seperti dihimpunLifehack.org, Selasa (12/5/2015):

1. Hati-hati dengan pengeluaran kecilBanyak orang yang selalu berhati-hati dalam berinvestasi atau melakukan pembelian dalam jumlah besar. Sayangnya, banyak orang yang justru ceroboh untuk pengeluaran kecil. Orang kaya biasanya selalu mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk mengeluarkan dana. 

2. Jangan beli barang tak penting buat pamer

Meskipun Anda senang dipuji oleh teman dan kerabat dekat, tetap saja ada batasan yang tak boleh dilampaui. Seringkali, banyak orang membeli barang hanya untuk mendapatkan pujian semata.

Meski banyak uang, orang kaya jarang membeli barang yang tak dibutuhkannya hanya untuk membuat kagum orang-orang di sekitar. Mereka tak pernah membeli barang yang tak disukainya hanya untuk pamer.

3. Bekerja kerasTidak seperti persepsi kebanyakan orang bahwa orang-orang kaya hanya bersenang-senang saja. Faktanya, orang kaya bekerja lebih keras dibandingkan orang biasa.

Jadi cobalah tingkatkan pendapatan Anda dengan bekerja lebih keras lagi. Dengan begitu, Anda akan mendatangkan lebih banyak peluang karir dan bisnis yang berguna meningkatkan pendapatan pribadi.

4. Sisihkan pendapatan dalam jumlah besar

Lagi-lagi, orang kaya dianggap sering menghabiskan uang secara berlebihan saat berbelanja. Realitasnya, mereka sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang dan menyisihkan sebagian besar pendapatannya untuk investasi atau menabung.

Artinya, Anda lebih baik mengikuti jejak orang kaya dengan menabung dalam jumlah lebih besar. Setidaknya sepertiga dari pendapatan setiap bulan.

5. Beli barang yang dibutuhkanOrang kaya tak pernah mau mengeluarkan uang untuk berbagai hal yang bukan kebutuhannya. Kalangan miliarder bahkan selalu hati-hati dengan berbagai biaya yang harus dikeluarkan.

Jangan menyimpan apa yang tersisa dari pengeluaran. Tapi lakukanlah pengeluaran berdasarkan sisa dari pendapatan yang telah menabung.